Tidak bisa dipungkiri, Tianshi yang berbasis Network Marketing sedang menjadi bahan omongan banyak orang, mulai dari ibu rumah tangga sampai pemeharti bisnis. Fenomena Tianshi di Indonesia sangat spektakuler. Fenomena ini tidak terlepas dari keunggulan PRODUK dan SISTEM nya.

Masuk pertama kali pada tahun 2000 dan diresmikan oleh Presiden Megawati pada tahun 2002. Di Tahun 2003, 5 pemasar terkaya di Indonesia berasal dari Tianshi Group (Warta Bisnis edisi 15, Oktober 2003). Louis Tendean (baca profilnya disini!) adalah pemasar terkaya berpenghasilan Rp 500 juta per bulan. Berikut urutan pemasar terkaya di Indonesia: 1) Louis Tendean; 2) Hartono; 3) Susanto; 4) Rudi M Noor; dan 5) H Trisulo,

Tetapi fenomena Tianshi tidak tanpa kontarversi. Banyak kalangan yang masih ragu bahkan anti terhadap Tianshi yang berbasis Network Marketing. Dari pengalaman saya, berikut adalah sinisme sebagian masyarakat tentang Tianshi: Network Marketing? Konsep bisnis lama yang bikin nalar dan kreatifitas mandek! Kenapa? Karena:

1. Belum kerja udah mikirin keuntungan dan uang;
2. Gak ada tempat untuk ajang aktualisasi diri;
3. Ketika org akan berkreasi, dia disuruh mencari bonus dan pikiran jadi mandek;
4. Keuntungan di MLM hanya sebatas angan-angan;
5. Kerjaan orang yang ngga ada kerjaan laen;
6. Namanya juga downline, yang pasti tempatnya dibawah dan diinjak-injak; dan
7. Yang diatas selalu melambung ke atas dan yg dibawah selalu dibawah.

Benarkah bisnis yg berbasis Network Marketing spt sinisme diatas? TIDAK! Sering saya jumpai sinisme diatas berasal dari orang yang tidak berpengetahuan ttg Network Marketing dan tidak pernah menjalani bisnis tsb.

Sebenarnya, network marketing business didasari pada HUKUM METCALF yang diciptakan oleh Robert Metcalf. Hukum ini berbunyi:

Nilai ekonomis sebuah jaringan = Jumlah Pengguna²

Dalam sebuah perumpamaan yang sederhana, jika di dunia ini terdapat hanya satu buah telepon maka tidak ada nilai ekonomis pada telepon tsb. Namun jika ada 2 telepon, menurut Hukum Metcalf, nilai ekonomisnya menjadi pangkat 2. Dan bila ada telepon ketiga, maka nilai ekonomis jaringan itu sekarang 9. Artinya, nilai ekonomis sebuah jaringan naik menurut DERET UKUR, bukan deret hitung. Dan inilah yang menjadi kekuatan dan nilai bisnis jaringan.

Sampai hari ini, belum seorang ahli bisnis/ekonomi pun yg membantah hukum ini. Dan bisnis Tianshi memakai Hukum Metcalf. Sinisme diatas jelas hanya sebuah tuduhan emosional.

OK, sekarang mari kita bahas secara singkat poin-poin sinisme diatas:

1) Belum kerja udah mikirin keuntungan dan uang

Siapa belum kerja udah mikirin keuntungan dan uang? Tianshi atau pelaku bisnis Tianshi? Jelas distributor Tianshi bukan Tianshi atau sistimnya! Benar, banyak distributor Tianshi bekerja tidak sesuai sistem, tidak etis dsbnya, tapi jangan salahkan Tianshi.

2) Gak ada tempat untuk ajang aktualisasi diri

Untuk sukses di Tianshi, anda diajarkan menjadi Pemimpin (Leader) untuk mengajar metode duplikasi ke jaringan anda. Menjadi seorang pemimpin jelas sebuah aktualisasi diri yang dasyat.

3) Ketika org akan berkreasi, dia disuruh mencari bonus dan pikiran jadi mandek

Sekali lagi, siapa yang mandek? Tianshi atau anda sebagai pelaku bisnis Tianshi? Sukses di Tianshi tergantung kreatifitas anda melakukan prospek ke calon jaringan anda. Kalau tidak, anda sendiri yang mandek, bukan Tianshi.

4) Keuntungan di MLM hanya sebatas angan-angan

Sebatas angan-angan? 5 pemasar terkaya di Indonesia yang berpenghasilan diatas 3 milyar per tahun dianggap tidak ada. Saya yang Bintang 6 yang sukses menjalakan Tianshi bersama jaringan saya juga dianggap tidak EXIST dan hanya diangan-angan?

5) Kerjaan orang yang ngga ada kerjaan laen

Sebuah profesi atau kerjaan adalah sebuah pilihan. Tidak ada unsur paksaan di Tianshi. Saya memilih Tianshi karena saya yakin akan meraih impian saya; hidup sehat dan damai sejahtra di hari tua saya nanti.

6) Namanya juga downline, yang pasti tempatnya dibawah dan diinjak-injak

Tianshi bukan Pyramid Scheme (atau Skema Piramida) yang ilegal itu. Tianshi adalah Network Marketing murni. Tidak ada sistem injak-menginjak di Tianshi. Jelas sinisme diatas berasal dari org yang dari sononya anti terhadap Tianshi dan tidak pernah menjalankan Tianshi.

7) Yang diatas selalu melambung ke atas dan yg dibawah selalu dibawah

Siapa bilang! Louis Tendean mengenal Tianshi dari Haji Trisulo. Otomatis Louis Tendean berada dibawah Haji Trisulo. Tapi, disini letak kekuatan Tianshi, karena Louis Tendean bekerja lebih keras dan efektif, peringkat dan penghasilan beliau jauh lebih besar dibanding Haji Trisulo.

Salam hangat - Yulius Agung Wijaya

Baca juga Tianshi = MLM? dan Bisnis Masa Depan!