Hello, saya Marni di Jakarta. Saya Bintang 3, sedang suami saya, Sugiarto, Bintang 2. Sebenarnya saya sudah lama dengar Tianshi, kira-kira 3 tahun yang lalu dari anak saya, Angela (baca profil).
Cucu saya, Brian Riwu Kaho, di diagnosa asma dan diterapi dengan Tianshi. Saya berpikir Tianshi hanyalah salah satu dari sangat banyak ramuan obat Cina. Kebetulan saya sendiri sering mengkonsusmsi ramuan obat Cina. Saya mempunyai Sinsei (Tabib Cina) pribadi sehingga kalau saya sakit, saya selalu berkonsultasi dengan Sinsei saya itu.
Mungkin yang membuat saya negatif terhadap Tianshi, pada awalnya, karena Tianshi berbasis MLM. Pikir saya, semua bisnis MLM berbentuk piramida sehingga downline harus bekerja keras demi keuntungan upline. Dari situ saya selalu berpikir negatif thd MLM.
Tapi Angela, anak saya, tidak kapok-kapok menyarankan saya untuk mencoba Tianshi. Saya org nya sibuk sekali. Pagi, jam 7, sudah keluar rumah, nanti malam, jam 10, baru masuk rumah lagi. Di sekolah, IPEKA High - Pluit, saya seorang guru bahasa Mandarin, saya suka capek kalau naik tangga. Akhirnya, saya mencoba Cordyceps yang diberi Angela. Hasilnya luar biasa karena sekarang saya tidak mudah capek lagi.
Kesibukan di sekolah kadang dari pagi hingga malam. Saya lihat teman-teman guru yang jauh lebih muda dari saya sering kecape’an tapi saya tidak. Saya juga tidak sering kena flu lagi.
Tianshi menawarkan 2 Kunci Sukses. Sebuah Kunci Suskes untuk hidup sehat dan satunya lagi Kunci Sukses untuk Hidup Sejahtra (Financial Freedom). Banyak yang ingin meraih ke-2 kunci tsb tetapi banyak juga, spt saya, hanya ingin hidup sehat dan menolong sesama. Apa pilihan anda? Anda bebas memilih!
Salam - Marni
Pluit - Jakarta Utara
Photo: Brian, cucu kesayangku






