Fakta:

Kanker payudara paling sering dialami wanita di Indonesia, setelah kanker mulut rahim. Di Indonesia, setiap tahun ada 100 wanita dari 100.000 penduduk yang terkena kanker payudara. Pengobatan kanker payudara yang disepakati oleh ahli kanker di dunia sebagai berikut:

  • Stadium I dilakukan operasi dan kemoterapi;
  • Stadium II tindakan operasi dilanjutkan dengan kemoterapi ditambah hormonal;
  • Stadium III dilakukan operasi dilanjutkan dengan kemoterapi ditambah radiasi dan hormonal;
  • Stadium IV pengobatan kemoterapi dilanjutkan dengan radiasi dan hormonal.

Untuk stadium lanjut, setelah diobati harapan hidup pasien paling lama adalah empat tahun. Bagi pasien yang dalam proses pengobatan, operasi pengangkatan tumor dilakukan di seluruh bagian payudara, baik kanan atau kiri.

(Dari berbagai sumber)

Aku Rima di Yogyakarta dan aku menderita Kanker Payudara. Pada tanggal 15 October, 2005 kami mengadakan pelayanan ke Parapat, Medan, selama 1 minggu. Selama disana, kami disuguhi makanan yang sangat enak sekali yaitu makanan laut (seafood). Pada hari ke 5, pada sore hari, saya terkaget-kaget karena keluar cairan putih susu kental dan bebau yang sangat tidak sedap. Saya panik sekali. Saya bedoa agar cairan tsb segera berhenti tetapi malah keluar lebih banyak lagi sampai akhirnya saya kembali ke Yogyakarta.

Di Yogyakarta, saya langsung berkonsultasi dengan ibu Paulin tentang apa yang saya alami. Bu Paulin sarankan untuk segera cek ke dokter karena merupakan gejala Kanker Payudara (lihat artikel “Mengenal Kanker Payudara”). Hasil laboratorium sungguh membuat saya shock. Mimpi burukku ternyata benar. Aku menderita gejala Kanker Payudara. Saya juga baru menyadari bahwa perut saya membuncit sekali sampai sampai ada jemaat saya yang mengira saya hamil 4 bulan. Padahal makan saya biasa saja tidak berlebihan.

Aku tidak pernah menyangka klu aku terkena gejala kanker payudara. Sebenarnya aku beresiko kanker payudara. Aku melahirkan anak pertamaku ketika aku berumur 37 tahun. Pola makanku tidak sehat. Betahun-tahun aku suka dengan mie instan. Aku juga baru tahu klu makanan kesukaanku (makanan laut), sering diberi formalin agar kelihatan segar. Pola makan yg tidak sehat ini, masih ditambah dengan polusi yg amit-amit. Sekitar 3 tahun yang lalu, aku sering merasa nyeri disekitar dadaku tapi aku tidak tertalu menghiraukan. Aku memang memiliki gangguan paru-paru, dan aku pikir nyeri tsb berasal dari gangguan paru-paru ku.

Kepastian Kanker Payudara membuatku pasrah. Perawatan medis sangat mahal. Akhirnya aku putuskan untuk terapi Tianshi. Terapi Tianshi (Kalsium dll, silahkan kontak aku untuk medapatkan resepnya) dan Acupoint Treasure dimulai ejak tanggal 30 Oktober 2005. Bersyukur saya memiliki upline, bu Paulin, yg saban hari memantau terapiku. Selain Tianshi, oleh bu Paulin, saya dianjurkan juga menghindari beberapa makanan untuk membantu proses detoksifikasi. Proses detoksifikasi yang terjadi sungguh luar biasa. Aku mengalami diare, menstruasi yg banyak sekali serta keluar keputihan yg berbau tidak enak. Tetapi rasa nyeri dibawah payudara berangsur angsur berkurang.

Puji Tuhan hari ini saya merasa sehat sekali tetapi saya tetap mengkonsumsi produk produk tianshi untuk pencegahan. Saya terbeban memberi kesaksian ini kepada setiap orang yang rindu ingin sembuh dari berbagai macam sakit, tidak hanya dengan penghiburan dan doa juga dengan tindakan nyata.

Bila anda ada yang mengalami hal yang sama dengan saya, silahkan kontak saya. Saya dan suami bersedia mendoakan juga menerapi anda yang membutuhkan.

Salam sejahtera - Pdt Rima Matruty