Beberapa waktu yang lalu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan adanya penggunaan zat-zat kimia berbahaya formalin dan boraks di dalam makanan, terutama tahu, baso, mie basah dan ikan asin. Hal tersebut sempat menggemparkan masyarakat, yang bahkan berdampak secara signifikan pada penurunan konsumsi ketiga jenis makanan tersebut. Masyarakat penyuka ketiga jenis makanan tersebut pun menjadi was-was.
Namun, tidak lama kemudian sebuah berita menggembirakan muncul. Berita berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor yang berhasil menemukan zat yang bernama chitosan sebagai bahan pengawet makanan pengganti formalin. Sebagaimana dikatakan oleh Dr. Ir. Linawati Hardjito, Ketua Departemen THP FPIK-IPB di Bogor, Jumat (6/1): “Sebagai institusi pendidikan, kami bekerja sama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan RI berupaya untuk memecahkan permasalahan nasional. Departemen Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) secara intensif sejak setahun terakhir ini melakukan riset bahan aktif untuk aplikasi produk-produk perairan guna menggantikan bahan-bahan kimia seperti formalin, klorin, dan sianida. Salah satu produk tersebut adalah chitosan.”
Keunggulan zat chitosan adalah dari bahan alami, yaitu dari jaringan keras binatang laut, khususnya udang dan rajungan (1); penggunaan bahan sedikit (ekstrat konsentrat) sehingga hemat (2); chitosan mempunyai muatan positif yang kuat yang dapat mengikat muatan negatif dari senyawa lain atau dapat berperan untuk detoxifikasi (3); menghambat pertumbuhan bakteri (4); serta mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun. Dengan kata lain, apabila terjadi kelebihan dalam tubuh akan segera terbuang dengan sendirinya.
Sebenarnya chitosan bukan hal baru dlm ilmu pengetahuan biologi. Ekstrak jaringan keras binatang kerang & udang pertama kali dilakukan oleh ilmuwan Perancis Ojier pd thn 1823. Namun memang kegunaan zat tersebut tdk dikenal luas di Indonesia. Apabila Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) baru berhasil menemukan chitosan dan akan segera memproduksinya bekerjasama dengan dunia industri di Indonesia, Tianshi sudah memproduksi dan memasarkan Chitosan dalam bentuk kapsul.
Yang membedakan adalah, sebagaimana diuraikan oleh Dr. Ir. Linawati Hardjito, chitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin, yakni produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan. Chitin kemudian diproses menjadi chitosan. Sedang Chitosan produksi Tianshi diekstrak dari jaringan keras udang, kepiting dan kerang untuk mendapatkan unsur Butylosar yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Zat Butylosar sangat ampuh terutama untuk mengikat kelebihan lemak di dalam darah. Bahkan beberapa pengguna di jaringan kami menggunakan Chitosan untuk mencegah pendarahan pada luka baru. Chitosan Tianshi sangat ampuh untuk menghambat pertumbuhan tumor, memperkuat fungsi hati, menurunkan tekanan darah, dan juga sangat ampuh untuk mencegah penyakit Diabetes. Chitosan Tianshi sudah terbukti sangat ampuh menyembuhkan penyakit yang diderita oleh orang-orang di jaringan kami.
Terbukti sekali lagi alam telah menyediakan berbagai kebutuhan manusia. Cepat atau lambat, kekuatan alam akan menyelamatkan kita. Tidak salah kiranya pemeo yang mengatakan “Go Green, Back to Nature”
Salam - Angela Riwu Kaho B.Sc., PhD View my complete profile







Perkenalkan nama saja Irah. Saya mahasiswi USU JURUSAN BIOLOGI. Saya tertarik dengan isi artikel ini tentang chitosan: “magic of nature.” Saya mohon agar TIENS dapat mengirimkannya melalui email saya: irahsaja @yahoo.com. terima kasih atas perhatiaannya.saya sangat berharap untuk dapat dikabulkan.
Comment by ponirah — February 16, 2006 @ 5:46 am
Kenalkan saya Yuli. Saya mahasiswa FMIPA kimia UNHAS-Makassar. Saya tertarik membuat penelitian tentang identifikasi unsur butylosar dari ekstrak chitosan. Saya harap pihak Tiens dapat mengirimkan artikel ini dan yang berkaitan denga n chitosan tadi. Trimakasi.
Comment by yuli — March 14, 2006 @ 5:11 pm