Salah satu kanker yang perlu diwaspadai adalah kanker payudara. Kanker ini menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim di antara kanker yang menyerang wanita Indonesia. Lihat artikel “Mengenal Kanker Payudara.”

Meskipun kini makin banyak terapi untuk menghindari tumbuhnya kanker payudara pada wanita, namun bukti terakhir tetap menyatakan bahwa kaum wanita masih sangat rentan menderita penyakit paling mematikan tersebut. Bahkan menurut statistik terakhir yang dikeluarkan badan kesehatan dunia, WHO menunjukkan telah lima juta nyawa lebih menemui ajal karena penyakit tersebut.

Satu-satunya cara yang efektif sampai saat ini hanya dengan melakukan deteksi sedini mungkin pada kemungkinan timbulnya penyakit ini, yaitu dengan melakukan SADARI (”pemeriksaan payudara sendiri”). Mendeteksi payudara sendiri, sebaiknya dilakukan sebulan sekali secara teratur. Waktu yang paling tepat adalah setelah menstruasi, karena payudara saat itu sedang lunak. Langkah-langkah SADARI adalah sbb:

1) Lihat perubahan bentuk payudara di depan cermin. Mula-mula dengan kedua lengan disamping badan, kemudian kedua lengan diangkat diatas kepala, akhirnya dengan kedua lengan ditekan kuat diatas pinggul dan tegangkan otot dada.

2) Pada setiap posisi putar badan dari samping ke samping dan perhatikan perubahan dalam bentuk dan besarnya payudara, perubahan dari puting susu, perubahan dari kulit payudara.

3) Gunakan buku jari, tekan payudara untuk merasakan adanya benjolan atau penebalan. Periksa seluruh bagian payudara dan ketiak. Gerakan payudara kamu dengan pola memutar, atas bawah atau “wedge.” Gunakan pola yang sama setiap bulan.

4) Ada 3 pola yang bisa digunakan untuk memeriksa payudara kamu: berputar, atas bawah, dan “wedge.” Gunakan pola yang paling gampang buat kamu dan pakailah pola tsb setiap bulan

5) Perlahan-lahan pencet puting susu dan lihat apakah ada darah atau cairan yang keluar.

6) Rasakan perubahan dengan cara berbaring. Letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan. Letakkan lengan kanan kamu di bawah kepala. Gunakan tangan kiri kamu untuk memeriksa payudara sebelah kanan. Gunakan buku jari untuk merasakan adanya benjolan atau penebalan. Periksa seluruh bagian payudara dan ketiak. Gerakan payudara kamu dengan pola memutar, atas bawah atau “wedge.” Gunakan pola yang sama setiap bulan.

Ulangi cara yang sama untuk payudara yang sebelah kiri. Kali ini bantal harus dibawah bahu kiri, letakkan tangan kiri anda dibawah kepala dan gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara sebelah kiri.

Segera bertemu dokter jika menemukan kelainan pada payudara kamu! Jangan lupa baca kesaksian seorang ibu yang menderita kanker payudara disini!

Sumber: www.webmd.com