Kemaren aku ditanyain ma seorang kenalan lama, “mba Paulin, dari banyak profesi lain, kenapa milih bisnis jaringan?” Gitu deh kira-kira inti pertanyaan kenalan lamaku itu.

Alasanku memilih bisnis jaringan sih sederhana saja, yaitu bisnis jaringan memberi kesempatan kepada kita untuk meraih Financial Freedom (”kebebasan financial”). Kebebasan financial, apaan tuh? Banyak deh definisinya, dan tiap orang mungkin berbeda. Buat aku sih kebebasan financial adalah aku bebas nentuin kapan mau kerja, kapan berhenti, berapa besar penghasilanku.

Pernah dengar gak kata orang, “Uang bukan yang terpenting dalam hidup ini!” Bener banget, tapi uang selalu berdampak pada hal-hal yang terpenting dalam hidup ini. Gak percaya? Bagaimana dengan pendidikan anak-anak kita, penting tidak? Sangat penting dong! Coba anda berhitung, berapa biaya yang diperlukan untuk pendidikan anak-anak kita sekarang ini? Mahal banget khan.

Bicara soal anak, lebih seru lagi… buat kita orang timur, anak-anak menjadi beban tanggungjawab orang tua sampai akhir hayat kita. Makanya lazim di Indonesia kita melihat anak, walau sudah menikah, masih tinggal sama orang tua. Cucu kita bahkan cicit tetap menjadi tanggungjawab kita. Beda lho ama di negara maju, seoarang anak yang sudah berusia 18 tahun akan menjadi beban negara, bukan orang tua lagi.

Kalau begitu… kebebasan financial sebenarnya sangat kita perlukan dong yach, apalagi di Indonesia dimana tuntuntan hidup seabrek-abreknya dan apa-apa serba mahal. Nyatanya? Jauh harapan dari kenyataan. Negara tidak menjamin kesejahtraan warga negara. Jaminan sosial sangat minim, klu gak mau dibilang gak ada. Pendidikan mahal banget. Biaya kesehatan, apalagi. So, mau apa sekarang?

Untunglah ada bisnis jaringan seperti Tianshi yang menjamin kebebasan financial? Tapi banyak yang gagal? Iyalah… wong dibisnis ini harus kerja keras kok. Bisnis jaringan tidak menjanjikan uang gampang. Bisnis jaringan juga bukan cara cepat menjadi kaya. Kunci sukses di bisnis jaringan adalah 1) Kerja Keras, 2) Kerja Keras, dan 3) Kerja Keras. Pokoknya kerja keras deh! Anehnya, banyak orang rela bekerja keras dikantoran tanpa ada jaminan kesejahtraan tetapi ogah-ogahan jalanin bisnis jaringan yang sebenarnya menjamin kesejahtraan kita. Dulu aku kerja kantoran, sewaktu dipecat hanya bisa gigit jari. Dana Jamsostek yang menjadi hakku gak dibayar ama perusahaan. Oh ya, aku bilang gak 8 tahun aku bekerja. 8 tahun lho kerja keras. Hasilnya? Gigit jari! Nihil.

So… mudah-mudahan kita semakin mengerti tentang kebebasan financial. Penting banget khan. Hebatnya, di Tianshi, kita bisa menjalankannya tanpa harus keluar dari pekerjaan kita sekarang. Klu anda tertarik dan ingin meraih kebebasan financial, hubungi aku aja. Jangan tunda-tudan yach!

Salam Tianshi - Paulin Wijaya