…Ibarat sebuah bola yang sudah disiapkan tepat di kaki anda menghadap ke gawang. Itulah bisnis ini, terserah anda mau menendangnya dan menciptakan gol, atau hanya anda lihat dan amati saja…” Dr. Utin Tita Juniarti (Yogyakarta, Juni 2006).
Di tahun 80-an, ada seorang dokter di Jawa Barat yang menangani pasiennya dengan menggunakan ramuan tradisional. Hal ini menjadi berita yang cukup menghebohkan waktu itu, karena reaksi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang tidak menyetujui metode tersebut. Bahkan sampai sekarangpun nampaknya penggunaan ramuan-ramuan yang katakanlah non-medis masih belum bisa diterima di kalangan dokter. Namun nampaknya, hal itu mulai berubah.
Mulai banyak kalangan medis yang tidak mengingkari kenyataan bahwa banyak ramuan-ramuan tradisional yang mampu menyehatkan penderita sakit. Mulai banyak dokter yang menganjurkan pasiennya untuk mengkonsumsi ramuan tradisional atau makanan kesehatan lainnya untuk kesembuhan dan kesehatannya. Mereka bahkan mulai banyak bersaksi untuk itu. Salah satu dari mereka adalah Dr. Utin Tita Juniarti. Beliau banyak berkeliling daerah bahkan ke luar negeri untuk bersaksi tentang kehebatan produk-produk Tianshi. Ibu Dokter yang lembut ini akan seketika berubah menjadi singa podium yang lapar ketika berada di depan audiensnya. Lapar untuk memberikan informasi kesehatan. Lapar untuk bersaksi tentang kehebatan Tianshi. Siapa sih dia?
Dr. Utin Tita Juniarti adalah seorang dokter lulusan Universitas Sriwijaya Palembang. Beliau menyandang gelar Dokter Teladan pada tahun 1992. Pada tahun 1999, terpilih sebagai Wanita Berprestasi Tingkat Nasional.
Pada tanggal 20 Juni 2006 yang baru lalu, Dr. Utin berbicara di Yogyakarta dalam acara OPP Akbar yang diselenggarakan oleh Lion Network International. Dalam kesempatan itu, ibu Dokter yang sangat sibuk ini masih mau menerima kami untuk sedikit berbincang-bincang, bahkan sempat foto bersama. Mendengarkan presentasinya, mata kami menjadi semakin terbuka. Kalau seorang dokter teladan saja mau membuka diri untuk menerima sesuatu yang pada awalnya dipahami sebagai suatu hal yang bertentangan, maka kenapa kita masih mempersulit pemahaman diri kita sendiri. Apakah kita masih mempertentangkan pengobatan medis dan non-medis? Apakah kita masih sulit untuk menerima sesuatu bahkan demi kesehatan kita, karena sesuatu itu tidak tertulis pada sebuah resep dokter, atau tidak dijual di apotik dan rumah sakit? Satu hal lagi yang semakin membukakan mata kami adalah bahwa seorang dokter seperti Dr. Utin terjun di Tianshi tidak semata-mata karena produk-produk kesehatannya yang luar biasa, tetapi juga menjalankan bisnisnya. How come?
Apakah Dr. Utin yang kurang kerjaan? Atau bisnis Tianshi yang luar biasa? Mungkinkah seorang dokter yang menyandang predikat dokter teladan kurang kerjaan? Gak mungkin lah! Yang terjadi adalah bahwa Dr. Utin yang mampu membuka pola pikir dan menerima pemahaman-pemahaman baru baik yang berkaitan dengan kesehatan maupun kesejahteraan manusia, dan dengan luar biasa, Tianshi mampu menjawab kebutuhan akan kesehatan dan kesejahteraan itu.
That’s it! That’s the answer! Why don’t you follow her? Do it now and go global.






