Ini antara lain karena perubahan gaya hidup. Orang di perkotaan semakin malas bergerak karena beragam fasilitas yang ada. Sayur dan buah mulai ditinggalkan, dan beralih ke makanan lezat berlemak tinggi. Akhirnya kadar kolesterolnya meninggi, dan pembuluh darah menyempit.

Nurvita Indarini - Konsumsi buah dan sayur mulai banyak ditinggalkan. Olahraga pun tak lagi dilakukan. Akibatnya, 1 dari 4 peserta tes kolesterol di beberapa kota besar di Indonesia menderita penyakit hiperkolesterolemia. Data itu terungkap dalam rilis yang diterima detikcom dari PT Nestle Indonesia, Selasa (15/8/2006).

Dari hasil tes kolesterol cuma-cuma terhadap pengunjung di 31 mal dan supermarket di Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung selama tiga bulan, lebih dari 2.000 dari 8.000 orang yang mengikuti tes memiliki kadar kolesterol di atas ambang normal 200 mg/dl.

“Ini antara lain karena perubahan gaya hidup. Orang di perkotaan semakin malas bergerak karena beragam fasilitas yang ada. Sayur dan buah mulai ditinggalkan, dan beralih ke makanan lezat berlemak tinggi. Akhirnya kadar kolesterolnya meninggi, dan pembuluh darah menyempit,” ujar Head of Medical & Nutrition Service Nestle (detikcom)