By: Agung Wijaya
yawijaya05@yahoo.com

“boro boro tidur siang, meleng dikit aja rejeki ilang…”
“tidur siang? emang mau dipecat…”
“tidur siang? yang bener aja, emangnya gampang cari duit” Atau yang ini…
“tidur siang? enak aja, karyawan saya gaji untuk kerja, bukan untuk tidur siang”

Begitulah kira-kira berbagai komentar yang muncul apabila ditanya komentar mereka tentang tidur siang sejenak pada hari kerja. Padahal, tidur siang atau ‘take a nap’ adalah sangat sehat dan perlu.

Bagaimanapun dalam situasi dan kondisi ekonomi seperti sekarang ini, beban kerja semakin berat. Jangankan tidur siang sejenak, bahkan tidur malampun menjadi sangat kurang. Artinya bahwa otak kita paksa untuk bekerja maksimal terus menerus. Otak menjadi capek dan melemah, yang akan berakibat pada menurunnya produktivitas kerja kita, sebelum kemudian akan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan mulai dari yang ringan sampai berat.

The National Sleep Foundation melaporkan bahwa kekurangan tidur atau istirahat sedikitnya dapat berakibat pada:

1. Terganggunya fungsi motorik tubuh kita.
2. Terganggunya saraf-saraf pada otak kita yang berkaitan langsung dengan fungsi pendengaran dan penglihatan.
3. Terganggunya fungsi mental kita.
4. Menurunnya sistem ketahanan tubuh.
5. Terganggunya system kerja cardiovascular.

Bagaimana tidur siang sejenak dapat mempengaruhi kerja otak kita? Robert Stickgold, Ph.D., dari Harvard University menjelaskan bahwa “It may protect brain circuits from overuse until those neurons can consolidate what’s been learned about a procedure.”

Pernahkah hal ini kita pikirkan. Jarang, saya yakin. Apalagi gangguan yang muncul biasanya tidak mendadak, tetapi perlahan-lahan. Sehingga kebanyakan kita cenderung untuk mengabaikannya. Rupanya hal ini tidak terjadi pada Pemerintah Kota Bangkok di Thailand. Pentingnya tidur siang sejenak sangat dipahami oleh mereka. Oleh karena itu, Pemkot Bangkok bahkan menyediakan ruangan khusus bagi para pegawainya yang ingin tidur siang sejenak atau take a nap pada jam istirahat mereka. Sejak diperkenalkan sarana ini, puluhan pegawai kota menggunakannya secara rutin untuk tidur siang sejenak selama 45 sampai dengan 60 menit pada jam istirahat siang mereka.

Pemerintah kota daerah Pathumwan di Bangkok bahkan telah melengkapi ruangan istirahat para pegawainya dengan alunan musik ringan, aroma bunga dan wangi-wangian serta melarang bicara dan penggunaan HP. Hasilnya, harian the Bangkok Post melaporkan bahwa para pegawai merasa lebih fresh dan lebih jernih dalam berpikir dan bekerja setelah mengambil kesempatan tidur siang sejenak tersebut. Sebuah upaya dari pimpinan Pemerintah Kota yang benar-benar bermanfaat baik bagi para pegawainya maupun bagi masyarakatnya.

Bagaimana dengan kita?

Sebelum para pemimpin menyadari kebutuhan tubuh kita dan berhenti untuk semata-mata mengeksploitasi tenaga dan pikiran kita, labih baik kita bertindak dahulu. Dengan tidur siang? bisa dipecat kita… Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kuatkan tubuh kita dengan asupan nutrisi yang mampu menjaga kebugaran dan sistem kerja tubuh dan otak kita. Pilih nutrisi herbal yang tidak mengandung bahan kimia anorganik yang berbahaya bagi tubuh. Lalu…, dengan asupan tersebut, anda cukup take a nap selama 15 sampai 20 menit pada saat istirahat siang anda bahkan tetap di meja kerja anda, dijamin anda akan memperoleh kembali kesegaran fisik dan otak anda.

Selamat bekerja dan melayani.

Salam dari Jogjakarta - Agung Wijaya

yawijaya05@yahoo.com