Together We Fly

Sukses TianshiMarch 15, 2007 1:50 pm

Sukses TianshiOctober 18, 2006 3:56 pm

Setelah berkiprah selama 11 tahun, masuk dalam bursa efek Amerika (Nasdaq), bagi-bagi award berupa vila mewah, pesawat terbang, kapal layar, BMW dan award-award lainnya secara cuma-cuma kepada distributor berpresentasi diseluruh dunia (Tiens Celebration 2006), lantas… QUO VADIS (mau kemana?) Tianshi kedepan? Simak berikut grand planning bisnis Tianshi kedepan! Semoga menambah semangat dan motivasi kita semua. Go Freedom!

(more…)

Sukses TianshiOctober 2, 2006 2:52 pm

Find a product, company, sponsor you believe in and go to work. Don’t look back. Keep moving forward. If you do this, you will be very thankful as you become truly free and successful - Diane Walker

Kalau anda berpikir, ketika anda pergi bekerja, anda bekerja untuk membuat orang lain menjadi lebih kaya. Anda menukar waktu anda untuk penghasilan anda, dan jika anda membutuhkan tambahan penghasilan, anda harus melakukan pekerjaan sampingan.

Beberapa orang sukses mencapai jenjang karir yang tinggi dan berpenghasilan besar, tetapi, kalau anda perhatikan, mereka menukarkan banyak waktu untuk pekerjaan mereka.

(more…)

Sukses TianshiSeptember 29, 2006 3:09 pm

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.

(more…)

Sukses TianshiSeptember 11, 2006 11:38 pm

…prospek dong! He3.

Baru beberapa hari ini di Jakarta tapi capeknya bukan main. Capek tapi menyenangkan lho. Aku berhasil closing 20an downliners baru. Ternyata pandangan orang terhadap bisnis jaringan tidak melulu negatif. “Tak kenal maka tak sayang.” Banyak downliners baru yang menjadi terbuka wawasan mereka tentang bisnis jaringan Tianshi setelah aku prospek. Meraka tampak bersemangat ingin segera membangun jaringan mereka sendiri. So, tergantung bagaimana kita (distributor) melakukan presentasi. Baca tips sukses lewat presentasi disini!

(more…)

Sukses TianshiSeptember 3, 2006 6:35 pm

Buat sahabat yang tertarik bergabung dengan Jaringan Totalwellness Ambon, silahkan kontak Margareta E Watkaat (0815243290071) / Ana M Renwarin (085243379668) / Andreas Jidon Watkaat (081328890791)

Foto (Kiri ke Kanan): Andreas Jidon Watkaat, Margareta E Watkaat, Ana M Renwarin & Paulin Wijaya

Go Freedom!

Sukses TianshiAugust 6, 2006 4:31 pm

“…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaannya yang ada pada diri mereka sendiri.”

MLM boleh saja berasal dari barat. Namun, dalam praktek dan implementasinya, bisnis ini penuh nuansa Islam, baik silaturahmi, tolong menolong dan tawakal dalam merubah nasib.

Islam, sebagai agama rahmatan lil alamin, tidak melulu mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya (hablum minallah). Melainkan hubungan antara manusia dan sesamanya (hablum minannas). Kedua hal tersebut tak dapat dipisahkan. Lebih-lebih dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, suatu tugas yangt ak dapat diemban oleh malaikat, hamba Allah yang paling taat menjalankan perintah-Nya.

Dalam melaksanakan kekhalifaannya itu, Ilahi menyiapkan beberapa perangkat kepada manusia, sesuatu yang tak diberikan sempurna kepada mahluk lainnya, seperti akal, nafsu, naluri, budi, ilmu dan agama. Karena itu, manusia merupakan mahluk paling sempurna diantara mahluk ciptaan-Nya. Dan perangkat-perangkat tadi digunakan, setelah manusia menjalankan shalat (hablum minallah), seperti diamanatkan dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah, ayat 62: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kami di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. Carilah karunia Allah pada ayat tersebut – banyak menyebut kewajiban manusia untuk bekerja dan berusaha – bukan semata-mata uang. Kata K.H Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di Republika, rubrik Taushiyah, alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima.

Pertama, keuntungan amal shaleh.

Kedua, keuntungan membangun nama baik.

Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan wawasan.

Keempat, keuntungan membangun tali silahturahmi atau relasi yang baik.

Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain.

Ternyata, dari lima alat ukur itu, semua terakomodir dalam bisnis MLM. Misalnya, keuntungan membangun relasi dan silaturahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis MLM. Sebab, dalam bisnis MLM, dibangun atas dasar dua prinsip: menjual dan mensponsori orang lain ke dalam bisnis ini.

Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan melakukan silaturahmi (dalam MLM disebut home sharing, home meeting). Dalam silaturahmi itu, pelaku bisnis ini mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi jutawan.

Silaturahmi, dalam bisnis MLM, dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru.

Lagi-lagi dalam perspektif Islam, silaturahmi dan menjual, juga dianjurkan. Silaturahmi dalam hadis nabi yang diriwayatkan oleh Bukahri, “Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka hendaklah ia mempererat hubungan silaturahmi”. Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasullah menjawab: kerja dengan seseorang dan semua jual beli yang mabrur. Kebetulan, sebelum diangkat menjadi rasul, profesi nabi adalah berdagang yang dilakukannya sejak usia 12 tahun.

Dalam berdagang, nabi dikenal jujur, sehingga dijuluki Al Amin (orang yang daoat dipercaya). Kejujuran nabi dalam berdagang –samapai ke negeri Sjam – membuat investornya konglomerat Siti Khadijah, jatuh cinta. Keduanya menikah dalam usia yang terpaut jauh: Siti Khadijah berusia 40 tahun, sedang nabi 25 tahun.

Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline selaku “orang tua” kepada downline dilakukan. Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan, bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis ini. Ataupun mengikuti training dan pelatihan yang dilakukan perusahaan maupun para leader, yang dalam Islam, dikenal Taushyiah (saling berbuat kebaikan) Dalam kegiatan ini, seperti dikatakan oleh Aaa Gym – demikian sebutan akrab K.H Abdullah Gymnastiar – diperoleh keuntungan menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan.

Katanya, jika punya banyak uang, tapi tidak berilmu, sebentar saja uang itu bisa hangus. Tidak sedikit orang punya uang, tetapi tidak memiliki banyak pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. “Sebaliknya, misalkan uang kita habis dirampok, kalau kita memiliki ilmu, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah,” demikian cuplikan dari surat kabar.

Sumber: Tianshi Portal

Baca juga artikel AA Gym lainnya, “1001 Kunci Sukses” disini!

Sukses TianshiAugust 1, 2006 1:35 am

Buat para pemula, 11 langkah ini mungkin dapat dijadikan panduan dalam menggeluti bisnis Tianshi. Setidaknya, 11 langkah ini memberikan pemahaman tentang cara bisnis ini bekerja.

1) Tetapkan keinginan anda di bisnis ini. Padukan tujuan hidup anda dan tujuan bisnis ini, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Cobalah tempelkan tujuan hidup anda di tempat-tempat yang sering anda lalui. Misal, di ruang kerja anda, di kamar, di ruang tamu dan sebagainya. Gunanya tidak lain agar anda disiplin dan memotivasi diri anda mencapai tujuan tersebut.

2) Pelajarilah dengan serius Tianshi, baik mengikuti training yang dilakukan perusahaan maupun para leader. Bertanyalah kepada upline ataupun banyak membaca buku. Catatlah jawaban-jawaban yang diperoleh, ataupun kiat-kiat sukses. Ini untuk sekedar mengingatkan saja.

3) Membeli produk, mengkonsumsi dan merasakan khasiat produknya. Cobalah pelajari tentang semua produk, khususnya produk yang menjadi unggulan.

4) Mulai menawarkan produk tersebut ke lingkungan terdekat. Misalnya anggota keluarga, tetangga dan sahabat. lebih baik dilakukan dan didampingin oleh distributor yang sukses, sekaligus untuk mempelajari jalur penjualan, mengembangkan basis konsumen dan pelanggan.

5) Buat daftar prospek dari semua nama yang anda ketahui (minimal 10 nama per minggu, lebih banyak lebih bagus). Undanglah atau mendatangi mereka dengan membuat satu acara. Misalnya home sharing.

6) Ajaklah prospek tersebut bergabung. Dalam mensponsori mereka, hendaknya anda didampingi oleh leader maupun upline yang dapat memberikan pemahaman dan penjelasan tentang bisnis Tianshi. Ketika para prospek bergabung, mereka adalah partner kerja anda. Pilihlah yang paling bersemangat sebagai partner spesial, dan berhubungan agar menjadi team leader.

7) Mempelajari bagaimana mempresentasikan peluang bisnis pada diri anda sendiri dan bagaimana menjual dengan cara anda. Latihlah semuanya sehingga anda benar-benar menguasai.

8) Aturlah waktu agar dapat melakukan aktivitas sebanyak mungkin di bisnis Tianshi.

9) Tetap Fokus. Jangan jadi distributor supermarket . Senantiasalah berkonsentrasi.

10) Jangan berhenti mengkonsumsi produk yang anda jual. Sebab, para konsumen maupun pelanggan sering bertanya apakah anda menggunakan produk tersebut. Jadi teruslah perdalam tentang pengetahuan produk.

11) Berikan dorongan pada mereka yang anda rekrut, dan bantulah mereka mencapai kesuksesan yang di inginkan. Ingatlah, salah satu kunci sukses di Tianshi adalah membantu orang lain menuju sukses. Jadi jangan individualistis. Jangan pernah mencuri prospek mereka. Cari lebih banyak member untuk tim anda. Dalam kata - kata W. Clement Stone, anda dapat memotivasi orang lain untuk melakukan keinginan anda ketika anda memberinya kesempatan dan memberi keinginannya.

Akhir kata, sukses anda tergantung wawasan dan pemahaman tentang bisnis Tianshi, plus antusias dan kemauan yang besar. Tanpa kedua hal itu, jangan berharap dapat mendulang kesuksesan di Tianshi. Bergabunglah bersama jaringan kami karena kami akan menyediakan waktu untuk anda belajar dan meraih sukses.

Sukses TianshiJuly 26, 2006 5:20 pm

To take the first step
Is a frightening thing.
To face the unknown
The uncertainty it brings.
But like the child
Who is tired of the crawl,
The first step is
The most important of all.

It expands your horizons,
You can see a new light.
The joy of discovery
Is like taking flight.
The first step you take
Will open all doors,
To see yourself as
You’ve seen you before.

And like the child
Who gives it his all,
Sometimes he faulters,
He will teeter and fall.
But strong arms are there
To catch them and then,
They stand him back up
To start walking again.

The longest journey,
Takes one step at a time,
But once you get going
You’ll do just fine.
Take my hand, friend
I’ll help you along
I’ll be right beside you…
As two we’ll be strong.

Yes, the first step’s a big one,
The most important of all.
But I’ll be there to catch you
Should you teeter and fall.
We’ll set our sights forward
Grit our teeth and walk on…
When we see that road ending,
We’ll break into a run.

I love you, I’ll help you
All the way through.
But to take the first step,
We’ll that’s up to you.

* Rabona Turner Gordon

Sukses TianshiJuly 11, 2006 1:17 am

Artikel kali ini merupakan kelanjutan daripada artikel sebelumnya, “Sukses di Bisnis Jaringan - Part 1″.

***

Agar bisa menjadi pebisnis jaringan yang sukses, Anda perlu berpikir layaknya seorang pebisnis jaringan yang sukses. Dengan meniru pola berpikir yang telah terbukti efektif dalam membentuk mental seorang menjadi pebisnis jaringan yang sukses beneran, Anda bisa memperpendek rentang waktu yang seharusnya diperlukan.

Berikut adalah rahasia sukses di bisinis jaringan 8 - 21 sbb:

8. Anda harus benarbenar menyukai produk dan peluang bisnisnya. Tidak mungkin Anda bisa sukses dalam bisnis jaringan kalau Anda tidak percaya pada khasiat produk dan peluang bisnisnya. Sebelum bergabung, pertimbangkanlah dua pertanyaan ini: “Maukah saya membeli produk-produk ini dengan harga eceran tanpa mempedulikan peluang usahanya?” Kedua, “Maukah saya memperkenalkan produk dan peluang bisnis ini kepada orang lain?”

9. Bisnis jaringan akan menjadi seperti apa Anda memperlakukannya. Bagaimana Anda berpikir mengenai bisnis ini, akan menentukan bagaimana bisnis ini akan menjadi. Kalau Anda pikir bisnis ini hanya “bisnis ibu-ibu”, maka terjadilah seperti itu. Kalau Anda pikir bisnis ini bisa menghasilkan Rp50 juta atau Rp500 juta per bulan, maka terjadilah seperti itu. Perlakukan bisnis ini sepert layaknya Anda menginginkan bisnis ini menjadi sebesar apa.

10. Jangan takut gagal. Kesuksesan tidak datang secara ujuk-ujuk, ada prosesnya. Anda harus mencoba berbagai peluang sampai menemukan yang tepat. Sadarilah bahwa sukses dibangun dari kegagalan. Pelajarilah setiap kegagalan yang Anda lakukan, bangkitlah kembali, dan kejar kembali sasaran-sasaran Anda.

11. Distributor baru punya kecenderungan berpikir orang akan membeli produk atau bergabung dengan mereka hanya karena semangat distributor yang berkobar-kobar. Ketika banyak orang menolak, mereka sangat kecewa. Padahal kenyataannya, sebagaian besar orang memang tidak mungkin bergabung dengan bisnis Anda. Ini hal yang sangat realistik! Terima kenyataan tersebut dari awal dan Anda akan menghemat emosi Anda dengan tidak menjadi sedih atau kecewa menghadapi penolakan.

12. Belajar dan terus belajarlah. Bisnis jaringan hanya bisa dijalankan dengan cara belajar. Tidak bisa dengan cara lain. Kalau sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, carilah dan bertanyalah kepada upline yang sukses. Dengarkan apa kata mereka. Mengapa mereka bisa sukses.

13. Jagalah daftar nama Anda supaya selalu bertambah setiap saat. Kuncinya adalah dengan bergerak cepat sehingga Anda tidak punya waktu menyesali kegagalan atau penolakan. Anda harus benar-benar fokus pada hal-hal yang positif untuk membangun bisnis Anda.

14. Tanyakan kepada diri Anda, “Hal apa yang bisa saya lakukan hari ini, agar bisa membangun bisnis secara mengesankan?” Dan lakukanlah itu!

15. Telepon adalah sahabat Anda. Jadilah ahli bertelpon, dan raihlah manfaatnya. Jika Anda takut menelepon, maka Anda tidak akan pernah mendapatkan kemajuan dalam berbisnis jaringan. Gunakan telepon untuk melakukan follow-up secara ramah, antusias dan penuh kehangatan.

16. Miliki pola berpikir prospecting. Terus carilah cara-cara unik untuk mendapatkan distributor baru.

17. Bisnis jaringan bukan untuk semua orang. Jangan memaksa semua orang untuk bergabung. Carilah orang-orang yang mau menjalankan bisnis ini, dan bersedia melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Anda apa yang seharusnya dilakukan. Anda adalah pemilih, bukan penjual. (You are a sorter, not a seller). Contoh terbaik mengajak orang, lihatlah pada pengalaman Anda sendiri ketika pertama kali bergabung bisnis ini.

18. Mulailah bisnis ini walau bagaimanapun kondisi Anda. Walaupun Anda sedang benar-benar bangkrut, Anda masih bisa mencapai kesuksesan finansial dengan menjalankan binsis ini. Dengan kondisi ini, mungkin Anda akan perlu waktu lebih lama. Tetapi kalau Anda benar-benar bekerja keras, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin.

19. Jujurlah dan hindari semua peluang yang dilandasi keserakahan.

20. Berdoalah kepada Tuhan. Berdoa supaya selalu diberi berkat, peluang, bimbingan, kebijaksanaan, kekuatan dan kreativitas.

21. Bila Anda akhirnya meraih sukses, sadarilah bahwa Anda bukanlah satu-satunya penyebab kesuksesan yang Anda raih. Bersykurlah, tapi jangan biarkan ego Anda menjatuhkan Anda. Kesombongan selalu datang sebelum kejatuhan. Jangan lupakan darimana Anda berasal. So, bantu yang lain mencapai kesuksesan yang sama seperti yang Anda raih. Good luck.

GO FREEDOM - Paulin View my complete

Sumber: Tabloid Bisnis Uang

Sukses TianshiJuly 10, 2006 5:25 pm

Dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke Jogjakarta hari Senin yang lalu (26/6), kami bertemu dengan Louis Tendean dan Ferawaty, istrinya. Kebetulan sekali kami satu pesawat bahkan satu baris tempat duduk di dalam penerbangan Garuda 208 tersebut. Kami mempunyai banyak kesempatan untuk ngobrol. Sosok Louis dan Ferawaty sudah banyak kami lihat dalam berbagai foto, majalah, maupun dalam berbagai pertemuan, namun baru sekali itu kami bertatap muka dan bisa ngobrol dengan dekat.

Siapakah pasangan Maestro ini?

Menurut hasil survey majalah Warta Bisnis edisi “100 Pemasar Terkaya” yang terbit bulan Oktober 2003, Louis Tendean menduduki peringkat nomor satu dengan penghasilan di atas Rp 3.000.000.000 (3M) per tahun. Saat ini peringkatnya adalah Two Star Diamond Gold Lion, peringkat tertinggi di Asia Tenggara. Jangan tanya lagi tentang bonusnya. Mobil BMW318i, kapal pesiar, pesawat terbang dan villa mewah telah berhasil diraihnya. Presatasi ini masih ditambah lagi dengan reward villa mewah yang diraih oleh Ferawaty pada bulan Mei 2006 di Cina. Lihat daftar distributor berprestasi disini! Benar-benar pasangan yang hebat!

Selama penerbangan mereka banyak memberi motivasi kepada kami untuk terus membangun jaringan. Fei Fei, panggilan akrab Ferawaty lebih lanjut mengatakan bahwa saat ini Tianshi sudah menduduki peringkat pertama bisnis multilevel marketing di Indonesia. Tianshi akan lebih banyak lagi membagikan reward-rewardnya, yang berarti akan lebih mudah lagi bagi para distributor untuk mendapatkannya. Kalau pasangan ‘Sang Maestro’ saja sudah mengatakan demikian, apa lagi yang kita tunggu?

Ngobrol dengan pasangan yang berpenghasilan lebih dari tiga milyar setahun sungguh menggugah semangat kami dan semakin membuka pikiran kami. Saya sempat berpikir, jangan-jangan untuk sukses di Tianshi mereka juga menggunakan kekuatan-kekuatan supranatural. Makan kembang lah…, bakar kemenyan lah! Dan sebagainya. He3, ternyata saya salah. Yang namanya pak Louis dan ibu Fei Fei juga manusia biasa. Pada saat pramugari menawarkan snack dan minuman, mereka mengambilnya dan memakannya. Ternyata mereka juga manusia biasa, makan snack dan minum air kemasan. Lalu bagaimana mereka dapat menjadi sedemikian hebat? Apa yang membuat mereka menjadi pasangan pemain MLM yang sukses luar biasa?

Kata bu Fei Fei dengan singkat: “Datang ke pertemuan dan ikuti Sistem!” Inilah ternyata kunci sukses mereka. Satu lagi komentarnya tentang kami, “…memang menjalankan bisnis ini bersama pasangan adalah (strategi) terbaik dan luar biasa.”

Thanks berat bu Fei Fei dan pak Louis, kami pasti akan seperti anda!

Go Global!

Salam - Agung & Paulin

PS. Baca wawancara dengan Sang Maestro yang di muat oleh Majalah Mitra Sukses Edisi 05. 2003 disini!

Sukses TianshiJuly 7, 2006 7:09 pm

Diawali oleh Graham Bell yang menemukan telepon di tahun 1876, dunia mulai memasuki era komunikasi, yang kemudian terus berkembang dengan pesat. Teknologi komputer, internet, teknologi nirkabel (wireless) yang memungkinkan orang berkomunikasi tidak hanya lewat suara tetapi juga gambar, berhasil menyingkirkan jarak dan menyatukan dunia, menciptakan globalisasi. Dunia global yang tanpa batas ini mengeluarkan orang dari keterisoliran dan keterasingan. Dunia bisnis semakin terbuka. Bisnis berkembang beyond the state boundary. Pengrajin batu putih dari Gunungkidul dapat menjual hasil karyanya kepada peminat di Italy atau Canada tanpa harus bertemu muka. Pengrajin kulit dari Bantul dapat menemukan pembeli dari Rusia atau London, dan vice versa.

Namun hilangnya batas-batas tersebut juga berdampak pada semakin terbukanya persaingan kerja. Kalau dulu, para lulusan sarjana Indonesia hanya bersaing dengan sesama pencari kerja dari Indonesia, sekarang mereka harus pula bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri yang membanjir masuk Indonesia. Lembaga pendidikan asing sudah mulai masuk ke Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, dan sebentar lagi Yogyakarta. Rumah Sakit Internasional berikut para dokter dan perawatnya demikian pula. Belum ahli-ahli profesi lain seperti arsitek dan insinyur, bahkan guru. Lihat The Indonesian Institute!

Banyak pihak sependapat dan prihatin dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang masih kalah bersaing dengan tenaga kerja profesional dari luar negeri [www.nakertrans.go.id]. Selain kualitas, ternyata kesempatan yang kita miliki juga sangat minim. Apakah ada kesempatan bagi kita di Indonesia untuk bersaing dengan mereka? Bagaimana kualitas lembaga pendidikan kita? Bagaimana kualitas perangkat hukum dan peraturan lain untuk mendukung upaya kita untuk Go Global? Berapa jumlah perusahaan Indonesia yang benar-benar siap membawa kita Go Global? Atau adakah kesempatan bagi kita sendiri untuk membangun perusahaan yang mampu membawa kita Go Global? Pertanyaan terakhir, yang seharusnya menjadi dasar dan awal dari semua pertanyaan di atas adalah: Maukah anda berpartisipasi di dalam dunia tanpa batas yang sudah tercipta ini? Atau, apakah anda hanya akan duduk diam menonton sampai anda habis digilas globalisasi? Tentu saja tidak khan!

Anda dihadapkan pada beberapa pilihan. Pertama, tergilas habis oleh globalisasi, menganggur dan menjadi ‘loser’ di negeri sendiri. No way, lah ya….! Kedua, bekerja keras pada perusahaan multinasional, dan berharap untuk terus dapat jabatan, dan pada saat yang sama, terus berharap agar tidak di-PHK. Ketiga, membangun usaha sendiri melalui franchise atau waralaba pribadi atau menjadi Bussiness Owner. Tidak seperti bisnis franchise lainnya, bisnis franchise atau waralaba pribadi ini hanya membutuhkan modal yang kecil dan hampir tanpa persyaratan. Bisnis ini adalah Network Marketing Tianshi, yang akan membawa anda berkiprah global di dunia tanpa batas, sekaligus membawa anda mencapai impian anda. How come?

Karena Tianshi adalah bisnis multinasional,
Karena Tianshi mampu memberikan penghasilan besar kepada anda, memberi kesempatan kepada anda untuk mengatur kapan anda mau pensiun dan berapa banyak pensiun yang anda mau,
Karena di Tianshi, andalah pimpinannya,
Karena Tianshi tidak mengenal diskriminasi,
Karena Tianshi memberikan pilihan kepada anda: apakah anda ingin mendapatkan penghasilan HANYA dari pekerjaan utama saja, atau anda ingin mendapatkan penghasilan dari pekerjaan utama anda dan dari Tianshi.

Kalau saya, jelas saya ingin dapat penghasilan tambahan. Belum lagi fakta menunjukkan bahwa tambahan itu justru lebih besar dari yang utama. Bagaimana dengan anda?

Bagi yang setuju, silahkan kontak saya!
Bagi yang tidak setuju, silahkan kontak saya!
Bagi yang suka, buruan kontak saya!
Bagi yang tidak suka, buruan kontak saya (gak kenal gak sayang)!
Bagi yang masih bingung, kontak saya!

Salam Tianshi - Yulius Agung Wijaya (HP: 081 846 4552)

PS: Baca juga “Bisnis Masa Depan” disini.

Sukses TianshiJuly 4, 2006 3:56 pm

Apakah anda bermimpi untuk sukses dalam hidup ini? Kalau iya, bergeraklah untuk meraih mimpi anda itu! Cerita dibawah mungkin dapat memotivasi anda untuk bermimpi dan meraih mimpi anda itu.

Salam sukses - Agung & Paulin

***

FOLLOW YOUR DREAM!

By Jack Canfield

I have a friend named Monty Roberts who owns a horse ranch in San Ysidro. He has let me use his house to put on fund-raising events to raise money for youth at risk programs.

The last time I was there he introduced me by saying, “I want to tell you why I let Jack use my house. It all goes back to a story about a young man who was the son of an itinerant horse trainer who would go from stable to stable, race track to race track, farm to farm and ranch to ranch, training horses. As a result, the boy’s high school career was continually interrupted. When he was a senior, he was asked to write a paper about what he wanted to be and do when he grew up.

“That night he wrote a seven-page paper describing his goal of someday owning a horse ranch. He wrote about his dream in great detail and he even drew a diagram of a 200-acre ranch, showing the location of all the buildings, the stables and the track. Then he drew a detailed floor plan for a 4,000-square-foot house that would sit on a 200-acre dream ranch.

“He put a great deal of his heart into the project and the next day he handed it in to his teacher. Two day later he received his paper back. On the front page was a large red F with a note that read, `See me after class.’

“The boy with the dream went to see the teacher after class and asked, `Why did I receive an F?’

“The teacher said, `This is an unrealistic dream for a young boy like you. You have no money. You come from an itinerant family. You have no resources. Owning a horse ranch requires a lot of money. You have to buy the land. You have to pay for the original breeding stock and later you’ll have to pay large stud fees. There’s no way you could ever do it.’ Then the teacher added, `If you will rewrite this paper with a more realistic goal, I will reconsider your grade.’

“The boy went home and thought about it long and hard. He asked his father what he should do. His father said, `Look, son, you have to make up your own mind on this. However, I think it is a very important decision for you.’

“Finally, after sitting with it for a week, the boy turned in the same paper, making no changes at all. He stated, `You can keep the F and I’ll keep my dream.’”

Monty then turned to the assembled group and said, “I tell you this story because you are sitting in my 4,000-square-foot house in the middle of my 200-acre horse ranch. I still have that school paper framed over the fireplace.” He added, “The best part of the story is that two summers ago that same schoolteacher brought 30 kids to camp out on my ranch for a week.” When the teacher was leaving, he said, `Look, Monty, I can tell you this now. When I was your teacher, I was something of a dream stealer. During those years I stole a lot of kids’ dreams. Fortunately you had enough gumption not to give up on yours.’”

Don’t let anyone steal your dreams. Follow your heart, no matter what.

(From Chicken Soup for the Soul)

Sukses TianshiJune 30, 2006 9:42 pm

TIENS INTERNATIONAL CONVENTION (16/9/2006) - Jakarta. Dihadiri ribuan distributor dunia. Dibagikan ratusan BMW, Yatch, Pesawat Terbang dll. Di training oleh Zig Ziglar. Dimeriahkan oleh penyanyi-penyanyi terkenal: Samson, Peterpan, Radja, Krisdayanti, Titi DJ, Ruth Sahanaya, dll. Pastikan Anda melihat kebesaran TIENS.

Go Freedom!

Sukses TianshiJune 27, 2006 4:40 pm

“You Become Successful The Moment You Start Moving Toward A Worthwhile Goal…”

“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).”

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru saya, “ChaNge”. Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun. Saya ulangi pesan saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.” Ia menatap wajah saya, dan saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!” Saya mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:

“Saya pikir Bapak cuma main-main…”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu…”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya…”
“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang…”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…”
dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah.

Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai “gila” nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. “Gila aja, ini kan gara-gara saudara-saudara saya tidak mau mengurus saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit…” Lantas, apa yang kamu maksud ’sakit’?”

“Orang sakit” (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yg selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yg sama dr hari ke hari..,” katanya penuh semangat. Saya pun mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari. Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

Get Started!
Get into the game!
Get into the playing field, Now!
Just do it!

Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah “Winners take action! they simply get up and do what has to be done!”.

Selamat bergerak!

PS: Anda bermimpi meraih kebebasan yang sesungguhnya? Lantas kenapa anda masih duduk saja dan menatap layar monitor ini? Bergeraklah! Kontak aku sekarang!